Cara Membuat RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean dalam 1 Vendor yang Sama, Operasional Bisa Turun - PT. Digital Global Eksplorasi

Cara Membuat RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean dalam 1 Vendor yang Sama, Operasional Bisa Turun

Cara Membuat RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean dalam 1 Vendor yang Sama, Operasional Bisa Turun

Digital Eksplorasi – Hai sahabat eksplorasi! Kondisi nyata di lapangan sering kali bikin project manager kelautan dan tim procurement elus dada. Bayangkan tim survey batimetri sudah siap meluncur ke tengah laut untuk petakan kedalaman , tapi jadwal mereka bertabrakan dengan tim metocean yang mau deploy sensor ADCP  dan tide gauge. Hasilnya dua kapal survey vessel disewa terpisah, dua set biaya mobilisasi-demobilisasi dibayar full, dua tim field crew berebut weather window yang terbatas, dan biaya operasional langsung membengkak 30-40%. Problem double cost dan bentrok operasional ini sebetulnya bisa diselesaikan dengan pendekatan terintegrasi. Tulisan ini dirangkum oleh PT. Digital Global Eksplorasi dari berbagai sumber terpercaya, standar industri hidrografi, serta evaluasi operasional lapangan terkini untuk memberikan panduan praktis RAB gabungan yang efisien. Simak lengkapnya disin!

Mengapa RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean Harus Dibuat Terintegrasi?

Berikut ini beberapa alasan mengapa RAB jasa batimetri dan jasa metocean harus dibuat terintegrasi:

Baca Juga :  Biaya Surveyor dan Helper di Daerah Samarinda Lengkap Dengan Sewa Theodolitenya

Pangkas Biaya Mob-Demob Kapal Hingga 50%

Memakai satu vendor membuat proses pengiriman alat utama seperti Multibeam Echosounder, Current Meter, dan Tide Gauge dilakukan dalam satu armada transmisi logistik yang sama.

Efisiensi Sewa Kapal dan Fuel Consumption

Kapal survei tidak perlu mondar-mandir atau menunggu giliran secara terpisah. Akuisisi data bathymetry dan deployment alat metocean bisa dilakukan secara paralel (multi-tasking trip).

Optimasi Personnel Overhead

Jumlah kru lapangan bisa dirampingkan. Hydrographic Surveyor dan Oceanographer dapat berbagi logistik, akomodasi, serta safety officer yang sama di lapangan.

Sinkronisasi Timeline & Data Redundancy

Eksekusi lapangan jadi super sat-set. Data pasang surut (pasut) dari tim metocean bisa langsung dipakai secara real-time untuk koreksi kedalaman data batimetri tanpa jeda konfirmasi antar-vendor.

Mitigasi Risiko Cuaca 

Jika weather window mendadak buruk, biaya standby hanya dihitung untuk satu armada dan satu tim terpadu, bukan dua klaim tagihan terpisah dari dua vendor berbeda.

Prinsip Penting dalam Membuat RAB Gabungan

Berikut ini beberapa prinsip penting dalam membuat RAB gabungan:

Prinsip Shared Resource

Memetakan komponen biaya yang bisa ditanggung bersama, contoh: sewa kapal survei, mess pemuda lokal, perizinan syahbandar, dan BBM.

Pengelompokan Scope of Work yang Cermat

Memisahkan biaya langsung dan biaya tidak langsung  agar tidak terjadi pembebanan ganda pada satu item pekerjaan.

Skema Standby Rate yang Transparan

Menentukan tarif standby akibat faktor cuaca ekstrem berdasarkan biaya riil operasional kapal dan tim harian, bukan tarif running penuh.

Standar Spesifikasi Alat Multi-Sensor

Memastikan peralatan metocean dan batimetri yang disewa atau dipakai memiliki kompatibilitas sistem navigasi  yang sama agar pengolahan data berjalan linier.

Alokasi Contingency Cost Rasional

Menyediakan margin risiko sebesar 5–10% dari total RAB untuk mengantisipasi dinamika gelombang, perizinan area sensitif, atau penambahan titik sampel lapangan.

Baca Juga :  Fotogrametri: Pengertian, Sejarah, dan Jenisnya

RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean 

Berikut ini beberapa RAB asa batimetri dan jasa metocean:

Komponen Biaya  Deskripsi Kebutuhan Lapangan Skema Terpisah

(2 Vendor)

Skema Terintegrasi

(1 Vendor)

Potensi Efisiensi Biaya
Mobilisasi & Demobilisasi Transportasi alat (Echo Sounder, ADCP, Tide Gauge) & tiket tim ke lokasi Dibayar 2x untuk 2 armada dan 2 tim terpisah Diberlakukan 1x pengiriman gabungan (shared cargo) Hemat 40% – 50%
Sewa Kapal Survey & BBM Kapal tipe survey boat + BBM solar industri untuk operasional harian 2 Kapal disewa terpisah atau 1 kapal disewa 2 kali durasi 1 Kapal digunakan simultaneous operation (pemeruman + deploy sensor) Hemat 30% – 35%
Perizinan Navigasi & Syahbandar Surab izin kerja keruk/survey laut dari otoritas pelabuhan setempat Pengurusan izin dilakukan terpisah oleh masing-masing vendor Pengurusan 1 paket izin kerja laut terintegrasi Hemat 25% – 30%
Gaji & Akomodasi Personel Surveyor hidrografi, oceanographer, teknisi lokal, & kru kapal 2 Set tim lapangan penuh (8-10 orang) Tim multi-keahlian yang efisien (5-6 orang) Hemat 20% – 25%
Data Processing & Reporting Processing data kedalaman, analisis koreksi pasut, & pemodelan arus/gelombang 2 Laporan terpisah dengan tim olah data sendiri-sendiri 1 Laporan komprehensif terintegrasi Hemat 15% – 20%

Contoh Perhitungan RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean 

Berikut ini contoh perhitungnan RAB jasa batimetri dan jasa metocean;

Perhitungan anggaran biaya untuk proyek survey area pesisir/pelabuhan seluas 500 Hektar dengan durasi operasional lapangan selama 5 hari (+ 2 hari Mob-Demob).

1. Mobilisasi & Demobilisasi

  • Skema 2 Vendor: Rp 50.000.000 (Batimetri) + Rp 40.000.000 (Metocean) = Rp 90.000.000
  • Skema 1 Vendor (Terintegrasi): Rp 52.000.000 (Pengiriman gabungan)

2. Sewa Kapal Survey + BBM (7 Hari Total)

  • Skema 2 Vendor: 2 Kapal x 7 Hari x Rp 6.000.000 = Rp 84.000.000
  • Skema 1 Vendor: 1 Kapal x 7 Hari x Rp 7.500.000 (Kapal lebih memadai) = Rp 52.500.000

3. Sewa Peralatan Utama (5 Hari Operasional)

  • Batimetri (Multibeam/Singlebeam + DGPS + SVP): Rp 8.000.000 / hari x 5 = Rp 40.000.000
  • Metocean (ADCP + Automated Tide Gauge + Weather Station): Rp 6.000.000 / hari x 5 = Rp 30.000.000

Total Sewa Alat: Rp 70.000.000 (Biaya alat tetap sama untuk kedua skema)

4. Personel & Akomodasi Lapangan (7 Hari Total)

  • Skema 2 Vendor (8 Personel): Rp 56.000.000
  • Skema 1 Vendor (5 Personel Multi-skilled): Rp 38.500.000

5. Processing Data, Pemetaan & Pelaporan

  • Skema 2 Vendor: Rp 25.000.000 + Rp 20.000.000 = Rp 45.000.000
  • Skema 1 Vendor: Rp 32.000.000 (Satu laporan akhir terpadu)

Rekapitulasi Perbandingan Total Anggaran:

  • Total Biaya Skema 2 Vendor Terpisah: Rp 345.000.000
  • Total Biaya Skema 1 Vendor Terintegrasi: Rp 245.000.000
  • Total Penghematan Operasional: Rp 100.000.000 (Turun ~29%)

Tips Menyusun RAB Gabungan

Berikut ini beberapa tips menyusun RAB Gabungan:

Lakukan Desktop Study dan Analisis Lokasi Awal

Cek kondisi batimetri umum dan histori gelombang lokasi proyek sebelum menentukan spesifikasi alat. Lokasi berarus kencang membutuhkan bracket kapal khusus dan spesifikasi ADCP yang lebih tinggi.

Kunci Klausul Standby Rate dalam Kontrak

Tentukan tarif standby rate kapal dan personel jika terjadi penundaan akibat cuaca buruk. Standby rate biasanya berada di kisaran 50%–60% dari daily rate normal.

Gunakan Sistem Rigging / Dual-Mounting yang Praktis

Pilih vendor yang memiliki sistem instalasi alat fleksibel di kapal, sehingga transducer sonar dan sensor ADCP dapat terpasang bersamaan tanpa saling mengganggu transmisi sinyal.

Cek Lisensi Software dan Sertifikasi Personel

Pastikan vendor memiliki lisensi resmi processing software seperti Hypack, CARIS, atau DHI MIKE serta kualifikasi tim yang terverifikasi untuk menghindari kelambatan analisis data.

Gunakan Stasiun Pasang Surut Otomatis

Pilih penggunaan tide gauge berbasis IoT/telemetri. Selain akurasi koreksi data batimetri meningkat, data pasut bisa dipantau jarak jauh tanpa harus menempatkan personel khusus untuk menjaga stasiun pasut 24 jam.

Kesimpulan Cara Membuat RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean dalam 1 Vendor yang Sama

Membuat RAB Jasa Batimetri dan Jasa Metocean secara terintegrasi terbukti memangkas biaya operasional proyek hingga kisaran 25% hingga 35%. Kunci utamanya terletak pada penghapusan duplikasi biaya logistik, optimalisasi waktu penggunaan kapal survey, dan penggunaan tim lapangan yang efisien. Dengan menerapkan prinsip penyusunan yang transparan dan rinci, Anda tidak hanya mendapatkan efisiensi anggaran, tetapi juga memperoleh kualitas data hidrografi dan oseanografi yang saling mendukung untuk kebutuhan analisis teknik kelautan.

 

Baca Juga :  Apa Itu Interpolasi Dalam Pemetaan: Panduan Lengkap untuk Memahami Konsep dan Penggunaannya