Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Buat Usaha Kuliner dan Jasa, ini Syarat dan Biayanya

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Buat Usaha Kuliner dan Jasa, ini Syarat dan Biayanya

Digital Eksplorasi – Hai, Sahabat eksplorasi lagi bikin coffee shop yang lagi hits, ngerintis catering sehat, atau maybe bikin cloud kitchen buat jualan online? Nah, ada satu ‘kartu sakti’ yang gak boleh sahabat eksplorasi lewatin: Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS). Ini bukan sekadar pajangan di dinding, tapi bukti kalau usaha sahabat eksplorasi bener-bener aman buat konsumen dan legit di mata hukum. Biar gak bingung, tim riset kita udah ngerangkum semua info penting soal SLHS ini. Simak baik-baik, ya!

Sertifikat Laik Higiene Sanitasi itu apa?

SLHS adalah sertifikasi resmi dari Dinas Kesehatan yang nyatakan kalau usaha kuliner atau jasa boga sahabat eksplorasi udah memenuhi standar kesehatan, kebersihan, dan keamanan pangan. Intinya, ini surat keterangan bahwa makanan/minuman yang sahabat eksplorasi produksi atau olah gak berisiko bikin orang sakit. Kalau sahabat eksplorasi punya ini, customer bisa makan dengan tenang, plus sahabat eksplorasi juga lebih percaya diri karena udah ikut aturan yang bener. Ini kayak ‘bodyguard’ reputasi bisnis sahabat eksplorasi di era yang makin peduli sama safety food!

Baca Juga :  Jasa Pemetaan Drone Di Kota Singkawang Berikut Detailnya

Dasar Hukum Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Berikut ini dasar hukum SLHS:

UU Kesehatan (UU No. 36 Tahun 2009)

Ini aturan dasarnya. Pasal 22-nya jelas nyebut pemerintah wajib ngawasin sanitasi makanan buat jamin keamanan konsumen. Intinya, hak publik buat makan makanan aman itu dilindungin hukum, dan bisnis sahabat eksplorasi adalah bagian dari sistem itu.

PP tentang Kesehatan Makanan (PP No. 86 Tahun 2019)

Aturan turunan yang lebih teknis. PP ini detailin syarat kebersihan di semua tahap: dari bahan baku, masak, simpan, sampai kirim. SLHS adalah bukti sahabat eksplorasi udah ikutin standar yang ditetapin di sini.

Permenkes (No. 1096 Tahun 2011)

Permenkes ini ngejelasin secara spesifik cara dan kriteria buat dapetin SLHS, mulai dari syarat fasilitas, penjamah makanan, sampe tata cara inspeksi lapangan. Semua proses yang sahabat eksplorasi lewatin dasarnya ada di sini.

Perda & Surat Edaran Dinas Kesehatan Setempat

Selain aturan pusat, cek juga aturan di daerah sahabat eksplorasi. Banyak kota/kabupaten yang punya Perda atau edaran khusus yang lebih rinci, misalnya soal jadwal perpanjangan atau teknis pemeriksaan. Ini penting biar nggak salah langkah sama petugas di lapangan.

Pelaku Usaha yang WAJIB Punya Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Berikut pelaku mana saja yang wajib punya SLHS:

Pemilik Resto, Kafe & Kedai Makan

Punya tempat makan permanen ber-AC atau warung tetap? Wajib punya SLHS. Dinas Kesehatan paling fokus ke bisnis kayak gini karena punya tempat fisik yang jelas buat produksi dan jualan.

Pengusaha Catering & Jasa Boga 

Jual jasa catering harian atau buat acara? Meski mobile, dapur produksinya tetep harus standar. SLHS jadi ‘kartu nama’ buat dapetin kontrak korporat atau event besar yang butuh jaminan higienitas.

Baca Juga :  Rekomendasi Drone Pemetaan Lahan 3 Jutaan: Panduan Lengkap untuk Pemula

Produsen Makanan Kemasan

Bikin keripik, sambal botolan, atau minuman kemasan? Walau produksi dari rumah, SLHS buktiin produk sahabat eksplorasi aman dan prosesnya higienis. Ini kunci buat jualan online atau masuk ke minimarket.

Pengelola Food Court & Pusat Jajanan 

Ngelola food court atau tempat kumpulan tenant makanan? Setiap vendor dan pengelolanya wajib punya standar bersih yang sama. SLHS jamin seluruh area jualan di tempat sahabat eksplorasi udah memenuhi syarat keamanan pangan.

Pedagang Kaki Lima yang Naik Kelas

Bedain yang jualan keliling sama yang udah punya kios tetap di spot khusus. Kalau sahabat eksplorasi udah punya tempat usaha tetap meski sederhana, secara hukum masuk kategori wajib SLHS buat lindungi pelanggan.

Syarat dan Biaya Mengurus Sertifikat Laik Higiene Sanitasi

Berikut syarat pengajuan SLHS lengkap dengan biayanya:

Aspek Syarat Keterangan Biaya
📍 Dokumen Administrasi – Fotokopi KTP & NPWP
– Surat Izin Usaha (NIB/SIUP)
– Denah lokasi usaha
– Pas foto usaha (tampak depan & dalam)
Gratis untuk fotokopi dan pengajuan. NIB sekarang umumnya gratis lealui OSS.
🏢 Kondisi Fisik Tempat Usaha – Lokasi bersih, jauh dari sumber pencemaran.
– Ventilasi & pencahayaan cukup.
– Ada sarana air bersih & saluran limbah lancar.
– Toilet higienis (jika ada).
– Tempat cuci tangan terpisah.
Biaya Variabel. Tergantung kondisi awal. Bisa dari Rp 0 (kalau udah oke) sampai beberapa juta untuk perbaikan atau penambahan fasilitas (contoh: pasang wastafel baru, perbaikan saluran).
 Karyawan – Wajib punya Sertifikat Kesehatan (SKH) & Bebas TBC.
– Sudah dapat pelatihan food handler (penjamah makanan).
– Menggunakan APD dasar (celemek, penutup rambut).
Biaya Per Orang. Pemeriksaan kesehatan + SKH di Puskesmas/Puskesmas pembantu biasanya GRATIS atau maksimal Rp 50 – 200 ribu. Pelatihan mandiri berbayar bisa mulai Rp 300 ribuan.
Proses & Perlengkapan – Peralatan dari bahan aman & mudah dibersihkan.
– Ada pemisahan area bahan mentah & matang.
– Penyimpanan bahan yang baik (termasuk suhu).
– Sistem bebas hama (tempat sampah tertutup, dll).
Sudah termasuk dalam modal usaha lo (beli kulkas, rak stainless, tempat sampah, dll). Tidak ada biaya tambahan khusus untuk sertifikasi.
Prosedur Pengajuan 1. Daftar & serah dokumen ke Dinas Kesehatan.
2. Jadwal inspeksi/survey lokasi.
3. Pembinaan & perbaikan (jika ada kekurangan).
4. Penerbitan Sertifikat.
Biaya Resmi Penerbitan Sertifikat: GRATIS. Tidak ada pungutan biaya administrasi untuk terbitin SLHS-nya sendiri.
Baca Juga :  Jasa Pemetaan Drone LiDAR di Tangerang, Global Eksplorasi Pilhannya

Tips Agar Sertifikat Laik Higiene Sanitasi Cepat Disetujui

Berikut tips agar pengajuan SLHS sahabat eksplorasi bisa lancar dan cepet disetujuin:

Berkas Harus Full Package

Jangan ajukan permohonan kalau dokumen belum lengkap. Kumpulkan dan rapikan semua: dokumen legal, denah lokasi, foto usaha dari berbagai sudut, dan sertifikat kesehatan karyawan. Kelengkapan ini bukti keseriusan sahabat eksplorasi.

Audit Dadakan ke Dapur Sendiri Sebelum Disidang

Jangan tunggu petugas datang buat cari tahu kekurangan. Cek sendiri kondisi dapur: apakah ada kebocoran, pencahayaan cukup, tempat sampah tertutup, dan talenan udah dipisah? Perbaiki hal-hal kecil ini duluan. Persiapan matang bikin inspeksi lancar.

Jadi Tuan Rumah yang Baik Saat Inspeksi

Saat petugas datang, temani dan bantu proses pengecekan. Jawab pertanyaan dengan jujur dan terbuka. Kalau ada masukan, terima dengan baik dan tanya saran perbaikannya. Kesopanan dan kerja sama sahabat eksplorasi ngaruh banget ke penilaian akhir.

Fokus ke Tiga Hal Krusial

Pastikan tiga elemen utama udah perfect: sumber air bersih dan aman, sistem pengelolaan sampah yang tertutup dan teratur, serta semua karyawan lengkap dengan sertifikat kesehatan dan alat pelindung diri. Ini poin wajib yang selalu dicek ketat.

Proaktif Follow-Up

Jangan pasif setelah inspeksi. Kalau dalam beberapa hari belum ada kabar, segera hubungi dinas untuk konfirmasi. Jika ada perbaikan yang diminta, selesaikan cepat dan kirim buktinya. Inisiatif sahabat eksplorasi bikin proses administrasi jalan lebih cepat.

Kesimpulan

SLHS itu bukan sekadar formalitas atau pajangan doang, tapi investasi wajib buat masa depan bisnis kuliner sahabat eksplorasi. Ini kayak bikin “passport” resmi yang ngebuktiin ke semua orang mulai dari customer biasa sampe klien korporat kalau usaha sahabat eksplorasi serius jaga keamanan dan kualitas. Prosesnya sebenernya jelas dan gratis, yang penting sahabat eksplorasi siapin tempat, tim, dan dokumen dengan bener. Dengan punya SLHS, sahabat eksplorasi bukan cuma aman dari sanksi hukum, tapi juga ngebangun trust yang jadi modal paling kuat buat naik level di industri makanan yang kompetitif ini. Pokoknya, no SLHS, no party!