Syarat Mendapatkan Air Operator Certificate di Indonesia, ini Tahapannya Hingga Terbit - PT. Digital Global Eksplorasi

Syarat Mendapatkan Air Operator Certificate di Indonesia, ini Tahapannya Hingga Terbit

Syarat Mendapatkan Air Operator Certificate di Indonesia, ini Tahapannya Hingga Terbit

Digital Eksplorasi – Hai, Sahabat eksplorasi  pasti sering scroll X atau TikTok, nemu berita maskapai baru mau ramein langit Indonesia. Kayak yang lagi viral soal Mukhtara Air, maskapai Timur Tengah yang katanya mau ekspansi ke sini. Tapi jangan fokus sama gosip siapa yang beli pesawat mewah doang. Realita di lapangan? Jauh lebih kompleks dan bikin kepala pusing. Fakta lucu sekaligus serem buat sahabat eksplorasi yang mimpi bikin maskapai: Kemenhub itu galaknya minta ampun. Baru-baru ini Kemenhub buka suara soal Mukhtara Air. Meskipun mereka udah punya pesawat A320 dan A330, ternyata masih terganjal di Fase 4 dari 5 fase perizinan AOC. Pesawat mereka udah mendarat di Indonesia sejak November 2025, tapi belum bisa angkut penumpang. Kenapa? Karena urusan administrasi dan teknis ini ternyata lebih ruwet dari yang sahabat eksplorasi bayangin. Pelajaran penting: Punya duit beli pesawat itu cuma 1% dari perjuangan. Sisanya 99% adalah perjuangan lawan birokrasi dan standar safety yang super ketat. Yuk, kita bedah gimana caranya dapetin “KTP” penerbangan ini.

Jenis AOC di Indonesia

Berikut ini beberapa jenis AOC di indonesia:

AOC 121

Buat maskapai gedean. Kapasitas di atas 30 kursi, bisa terbang berjadwal atau charter, jual tiket ke publik. Pesawatnya jet kayak Boeing atau Airbus. Contoh: Garuda, Lion Air, Batik Air. Proses dapetinnya panjang, 5 fase. Makanya Mukhtara Air aja masih nyangkut di fase 4.

Baca Juga :  Software Pengolahan Data Drone LiDAR, Berikut Buat Surveyor Dari Pemula Hingga Expert

AOC 135

Buat jet pribadi atau pesawat kecil. Kapasitas maksimal 30 kursi atau berat di bawah 5.700 kg. Operasinya nggak berjadwal, bisa disewain ke publik. Contoh: Susi Air, Airfast, Premiair. Biasanya konglomerat punya jet pribadi pake AOC 135 biar bisa disewain.

AOC 91

Buat pesawat pribadi atau korporat. Cuma dipake buat kepentingan sendiri. Sahabat eksplorasi dilarang keras buat jual tiket atau dikomersilkan. Aturannya ngacu ke CASR Part 91. Kalau kedapatan jual tiket siap-siap saja kena sanksi berat dari Kemenhub.

AOC RPAS 

Buat pesawat tanpa awak (drone gede) yang dipake buat kegiatan komersil alias dapet duit. Prosesnya lewat sistem OSS. Contoh: drone buat ngantar paket, survey, atau logistik. Kayak yang lagi rame soal drone delivery.

Syarat Wajib Dapetin AOC

Berikut ini beberapa syarat wajib buat dapetin AOC:

Personel Kompeten

Sahabat eksplorasi wajib punya tim juara: pilot berlisensi, awak kabin terlatih evakuasi, engineer ngerti teknis, dan FOO yang jago ngitung cuaca & rute. Tanpa ini, urusan sahabat eksplorasi bakal mentok di awal.

Pesawat Minimal 3 Unit

Nggak cukup punya 1 pesawat. Aturannya: minimal memiliki 1 unit kepemilikan penuh dan menguasai 2 unit lainnya yang bisa sewa. Total sahabat eksplorasi harus akses ke minimal 3 pesawat dalam kondisi laik udara.

Modal Finansial

Siap-siap dana gede buat gaji, perawatan pesawat, jasa kebandarudaraan, navigasi udara, dan ground handling. Regulator bakal ngecek laporan keuangan sahabat eksplorasi detail. Jangan sampe modal cuma cukup beli pesawat doang.

Struktur Organisasi & Manajemen

Bukan UMKM, sahabat eksplorasi wajib punya struktur jelas di bidang operasi, perawatan, keselamatan, dan jaminan kendali mutu. Plus personel manajemen kompeten dengan jumlah memadai, bukan cuma satu direktur.

Baca Juga :  Manfaat Topografi dalam Berbagai Bidang Industri dan Ilmu Pengetahuan

Dokumen & Pedoman Operasi

Sahabat eksplorasi wajib punya dokumen lengkap: operation manual, maintenance manual, reliability program, training  manual, flight operation manual , cabin crew manual, standar perawatan, dan suku cadang memadai. Dokumen ini bakal dievaluasi Kemenhub.

Tahapan Mendapatkan Air Operator Certificate

Berikut ini beberapa tahapan yang harus sahabat eksplorasi lalui buat mendaatkan sertifikat AOC:

Fase Nama Keren Lagi Ngapain Aja? Durasi & Catatan
1 Pre-Application (Pra Permohonan) Ini tahap kenalan sama regulator. Sahabat eksplorasi dateng ke Kemenhub, konsultasi, bilang “pak saya mau bikin maskapai”, sekalian nanya apa aja yang perlu disiapin biar nggak salah langkah di awal . Super krusial biar dokumen sahabat eksplorasi nggak ditolak di awal.
2 Formal Application (Permohonan Resmi) Sahabat eksplorasi resmi ngajuin dokumen tebal kayak bata ke Kemenhub. Isinya segala macem, mulai dari akta perusahaan, manual operasi, sampe CV pilot sahabat eksplorasi . Di fase ini sahabat eksplorasi punya target waktu 90 hari buat ngebut .
3 Document Compliance (Evaluasi Dokumen) Petugas bakal membaca dengan saksama semua dokumen sahabat eksplorasi. Kalau ada yang salah atau kurang, ya sahabat eksplorasi harus bolak-balik revisi sampe mulus. Ini fase paling bikin mual karena urusan administrasi . Favoritnya regulator buat nahan-nahan izin.
4 Demonstration & Inspection (Inspeksi & Demonstrasi) Ini fase ujian praktek paling berat! Sahabat eksplorasi harus demonstrasiin kemampuan terbang beneran. Mulai dari terbang simulasi (route proving), evakuasi darurat di kolam renang, sampe inspeksi teknis pesawat . Tahap paling serem. Mukhtara Air sekarang nyangkut di sini karena pesawatnya masih registrasi asing .
5 Certification (Sertifikasi) Kalau sahabat eksplorasi lolos semua tahap di atas, barulah AOC-nya terbit . Tapi sahabat eksplorasi belum bisa jualan tiket. Masih ada satu PR lagi: PPRP (Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan) .
Baca Juga :  Jasa Test Sondir Tanah Buat Daerah Jambi, ini Rekomendasi Konsultannya

Tips Lancar Urus AOC

Berikut ini tips jitu buat sahabat eksplorasi biar lancar urus AOC:

Urus Izin dari Sekarang

Jangan nunggu punya pesawat dulu. Banyak yang salah kaprah kayak Indonesia Airlines: gembar-gembor 20 armada tapi belum ngajuin izin ke Kemenhub. Mulai Fase 1 (Pra Permohonan) dari jauh-jauh hari. Dateng konsultasi, jangan sok tahu sendiri.

Siapin Modal 

Sahabat eksplorasi wajib punya minimal 1 pesawat (kepemilikan) dan kuasai 2 unit lainnya. Beli 5 unit Boeing 737-900 aja butuh Rp8 triliun plus operasional setahun. Biaya izin: Izin Usaha Rp50 juta, Izin Rute Rp2 juta per rute. Siapin dana cadangan 6-12 bulan.

Pahami 5 Tahapan AOC

Proses 5 fase, nggak bisa dilompat. Kasus Mukhtara Air: punya pesawat tapi nyangkut di Fase 4 karena registrasi masih asing. Fase 1 konsultasi, Fase 2 kirim dokumen, Fase 3 revisi bolak-balik, Fase 4 demo terbang & evakuasi, Fase 5 AOC terbit. Biaya gagal di fase 4 itu mahal.

Siapkan 5 Dokumen Manual dari Awal

Wajib punya: Operations Manual , Maintenance Control Manual, Training Manual , Flight Operations Manual , Cabin Crew Manual. Rekrut konsultan buat bikin jangan asal-asalan. Di Fase 3, regulator bakal di baca satu per satu.

Jangan Lupa Urus PPRP Setelah AOC Terbit

Setelah AOC terbit, sahabat ekplorasi masih harus ngajuin PPRP (Penetapan Pelaksanaan Rute Penerbangan) dengan dokumen: rute, jadwal, slot time bandara, tipe pesawat, rencana handling. Urus paralel sambil nunggu AOC terbit, biar nggak nganggur 3 bulan lagi.

Kesimpulan

Mimpi bikin maskapai itu keren tapi realitanya nggak semanis ekspektasi. Dari 4 jenis AOC, 5 syarat wajib, 5 fase tahapan, sampe 5 dokumen manual semuanya butuh keseriusan level dewa. Kasus Mukhtara Air (nyangkut di fase 4) dan Indonesia Airlines (cuma rame di pemberitaan) jadi pelajaran: punya pesawat mewah itu cuma 1%, sisanya 99% perjuangan lawan birokrasi, safety, dan dokumen. Kalau sahabat ekplorasi serius mau ngudara, siapin mental, modal, tim profesional, dan jangan cari jalan pintas. Karena di langit Indonesia, keselamatan penumpang adalah harga mati.