Digital Eksplorasi – Hai, sahabat eksplorasi! Jadi, kita semua tahu bahwa industri batu bara lagi di posisi yang tricky banget. Di satu sisi, masih jadi backbone energi buat banyak negara, termasuk Indonesia. Di sisi lain, pressure buat zero-emission dan go-green makin keras. Nah, sebelum langsung nyinyir “stop coal!”, ada yang lagi jadi game-changer di balik layar: Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS). Teknologi ini kayak superpower buat industri yang disebut-sebut “kuno” ini. Yuk, kupas tuntas biar kita paham, ini bukan sekadar isapan jempol!
Apa Itu CCUS?
Carbon Capture, Utilization, and Storage (CCUS) itu kayak cheat code buat industri yang pengen sustain tapi wajib netralin emisi. Teknologinya fungsinya triple: nangkep CO2 sebelum bocor ke udara, terus bisa diolah jadi produk berguna kayak bahan konstruksi atau bahan bakar alternatif. Kalau enggak, gasnya dikubur permanen jauh di bawah tanah biar nggak balik nyusahin atmosfer. Intinya, CCUS itu solusi krusial buat masa transisi energi, biar industri berat bisa operasi dengan jejak karbon minimal. Big deal banget!
Kenapa CCUS Jadi Wajib Buat Industri Batu Bara?
Berikut ini alasannya:
Teknologi CCUS dalam Industri Batubara
Berikut ini teknologinya buat batu bara:

