Berapa Biaya Mobilisasi Alat Ukur ke Lokasi di Martapura, Berikut Contoh Hitungan Jarak dan Akses

Berapa Biaya Mobilisasi Alat Ukur ke Lokasi di Martapura, Berikut Contoh Hitungan Jarak dan Akses

Digital Eksplorasi – Hai, Kali ini kita bahas hal yang sering bikin pusing: biaya mobilisasi alat ukur ke lokasi di Martapura. Tenang, kita bakal kupas tuntas gak cuma kasih angka mentah (soalnya relatif banget), tapi juga gimana cara ngitungnya, faktor apa aja yang ngaruh, plus contoh hitungan jarak dan akses biar sahabat eksplorasi makin paham. Rangkuman ini dari pengalaman lapangan dan referensi terpercaya. Cekidot!

Jenis Alat Ukur yang Dimobilisasi

Berikt ini alat ukur yang sering dimobilisasi ke lokasi proyek:

GPS Geodetik

Akurasi milimeter, beda jauh sama GPS HP. Satu set terdiri dari base station (referensi) dan rover (keliling ambil data). Wajib buat proyek gede kayak jalan tol. Tapi sensitif, gak bisa diangkut asal-asalan apalagi medan becek.

Total Station

Gabungan theodolite sama EDM, bisa ngukur sudut dan jarak otomatis. Data langsung tersimpan di memori. Dipakai buat nentuin trase jalan tol. Hampir selalu masuk daftar mobilisasi karena multifungsi.

Waterpass

Fungsinya khusus ngukur beda tinggi antar titik. Penting buat drainase, cut and fill, atau elevasi bangunan. Prinsipnya simpel: air selalu cari level yang sama. Komponen optiknya sensitif goncangan pas perjalanan.

Baca Juga :  Pemetaan Drone LiDAR Untuk Deteksi Kerusakan Jalan Aspal, Jasa Global Eksplorasi

Theodolite

Ngukur sudut horizontal dan vertikal. Ada versi manual dan digital. Masih dipakai buat pelatihan atau proyek sederhana. Lebih ringan dan gak butuh listrik, mobilisasinya lebih gampang.

Drone Pemetaan

 Solusi buat area susah dijangkau kayak hutan atau rawa. Motret dari atas, diolah jadi peta atau model 3D. Cepet dan bisa liput area luas. Tapi butuh baterai cadangan banyak, izin terbang, dan cuaca bersahabat.

Biaya Mobilisasi Alat Ukur di Martapura

Berikut ini kisaran biayanya:

Komponen Biaya Rincian Estimasi Harga
Transport Darat (Normal) Sewa mobil pickup box PP (dalam kota Martapura) 500.000 – 800.000
Transport Darat (Berat) Sewa double gardan 4×4 (medan kebun/rusak) 800.000 – 1.500.000/hari
Transport Sungai Sewa perahu/klotok (akses rawa/sungai) 300.000 – 500.000/hari
Akomodasi Tim Penginapan/hotel per malam (2-3 orang) 250.000 – 400.000/malam
Konsumsi Lapangan Makan, minum, kopi, rokok per orang/hari 75.000 – 150.000/orang
Packing Alat Khusus Anti air, anti goncangan, karet gelondongan 200.000 – 500.000/paket
Biaya Izin Lokal Administrasi desa/kelurahan setempat 100.000 – 300.000
Dana Darurat Antisipasi kerusakan atau delay 300.000 – 500.000

Contoh Perhitungan Jarak dan Akses 

Berikut ini contoh perhitungan jarak dan akses mobilisasi alat ukur:

Rute: Banjarbaru → Astambul → Desa Pinggiran Sungai (Area Rawa)
Jarak Tempuh: ± 50 km (30 km aspal, 15 km tanah merah, 5 km akses sungai)
Kondisi Akses:

  • 30 km pertama: aspal mulus

  • 15 km kedua: jalan tanah merah, becek pas hujan, jalur sempit

  • 5 km terakhir: harus lanjut pakai perahu/klotok karena akses darat putus
    Estimasi Waktu Tempuh: 3 – 4 jam (kombinasi darat + sungai)
    Kendaraan yang Cocok: Mobil double gardan 4×4 + perahu klotok
    Biaya Transport (PP):

  • Mobil: Rp 1.200.000 – Rp 1.800.000/hari

  • Perahu: Rp 350.000 – Rp 500.000/hari

Baca Juga :  Jasa Batimetri di Kutai Kartanegara, Layanan Lengkap Oleh Digital Global Eksplorasi

Rumus kira-kira gini:

(Jarak Tempuh x Harga BBM per km) + (Sewa Kendaraan x Hari) + (Biaya Medan Khusus)

Dimana Biaya Medan Khusus itu variabel penentu:

  • Medan normal: tambah 0-20% dari biaya dasar

  • Medan berat (jalan rusak): tambah 30-50% dari biaya dasar

  • Medan ekstrem (kombinasi darat-sungai): tambah 60-100% dari biaya dasar

Contoh Hitungan:

  • Biaya dasar (jarak 50km + sewa mobil) : Rp 1.500.000

  • Biaya medan khusus (akses sungai + jalan rusak) : + Rp 1.000.000 (termasuk sewa perahu dan handling ekstra)

  • Biaya tim (uang makan + rokok) : + Rp 600.000 (3 orang)

  • Total sekali jalan : Rp 3.100.000 (belum termasuk akomodasi kalo nginep)

Faktor yang Membuat Biaya Lebih Mahal

Berikut ini faktor yang bikin biaya mobilisasi lebih mahal:

Jarak Tempuh yang Jauh Banget

Faktor paling mendasar. Makin jauh lokasi, makin gede biaya bensin, sewa kendaraan, dan logistik. Jarak juga ningkatin risiko kerusakan alat di perjalanan. Kalo lokasi sampe beda pulau atau pelosok, siap-siap biaya membubung tinggi.

Medan yang Super Njelimet

Kondisi geografis nentuin banget biaya. Di Martapura yang banyak sungai dan rawa, surveyor wajib nyewa perahu buat akses lokasi. Alat mahal harus naik-turun perahu dengan ekstra hati-hati. Kalo medannya penuh semak, butuh waktu ekstra buat nebang jalur.

Teknologi dan Alat Spesial yang Dipakai

Jenis alat ngaruh ke biaya. Lahan dengan vegetasi tebal butuh Drone LiDAR yang harga sewanya selangit. Teknologi makin canggih, persiapan makin matang, biaya operasional ikutan naik.

Tim Profesional dengan Jam Terbang Tinggi

Medan sulit butuh tenaga ahli berpengalaman dan bersertifikasi. Fee mereka wajar lebih tinggi. Kalo harus nginep berhari-hari, biaya logistik tim (makan, nginep, transport lokal) nambah signifikan.

Biaya Tambahan dan Risiko Lapangan

Biaya perizinan di kawasan khusus makan waktu dan duit ekstra. Belum lagi risiko alat jatuh ke air, serangan binatang liar, atau banjir dadakan semua udah dikalkulasi penyedia jasa dan masuk komponen biaya.

Baca Juga :  Perbedaan Mendasar Gaji Tambang Emas, Batu Bara dan Nikel, Ini detailnya

Tips Menghemat Biaya Mobilisasi

Berikut ini tips jitunya:

 Rencanain Jadwal di Musim Kemarau

Survey pas musim hujan? Risiko banget! Banjir dadakan bisa nunda operasi berhari-hari. Ujung-ujungnya biaya molor. Rencanain proyek antara April-Oktober pas cuaca lagi bersahabat. Gratis ngatur jadwal, tapi dampak hematnya gila-gilaan.

Pilih Alat yang Tepat

Jangan tergoda teknologi terbaru kalo gak sesuai kebutuhan. Pake alat standar aja kalo cukup. Teknologi canggih kalo gak kepake sama aja boncos.

Pakai Data Sekunder yang Udah Ada

Cek data di instansi kayak BIG sebelum turun lapangan. Scope pekerjaan bisa dikurangi drastis. Ngukur ulang kalo data udah ada? No need. Jurus jitu motong biaya mobilisasi.

Pilih Tenaga Ahli yang Beneran Kompeten

Tim berpengalaman mempercepat kerja dan ngurangin risiko revisi. Fee mungkin lebih tinggi, tapi lebih efisien daripada bayar tim murah tapi hasil berantakan.

Nego Paket All-Inclusive dan Minta Breakdown Detail

Paket all-inclusive lebih gampang dinego dan dikontrol. Minta breakdown biar tau duit sahabat eksplorasi kemana dan gak ada hidden cost.

Kesimpulan

Biaya mobilisasi alat ukur di Martapura gak bisa ditebak sembarangan dia tergantung jarak, medan, jenis alat, tim, dan risiko. Akses sungai atau musim hujan bisa bikin biaya melonjak drastis. Tapi sahabat eksplorasi bisa ngirit dengan jurus: jadwal pas kemarau, pilih alat sesuai kebutuhan, manfaatin data sekunder, tim kompeten, dan nego paket all-inclusive plus minta breakdown detail.