Menentukan Titik dengan Intersection dan Resection, Lengkap Contoh Perhitungan

Menentukan Titik dengan Intersection dan Resection, Lengkap Contoh Perhitungan

Digital Eksplorasi – Hei sahabat eksplorasi para penjelajah zaman now! Pernah penasaran nggak sih gimana tim lapangan beneran nentuin titik lokasi dengan akurat? Ternyata, di balik layar GPS, ada metode klasik yang masih jadi andalan: Intersection & Resection. Dua teknik triangulasi ini tuh kayak duo superhero buat nemuin posisi di peta pakai logika geometri tapi aplikasinya real banget buat kondisi di lapangan. Buat sahabat eksplorasi yang demen tantangan logika, hobi outdoor, atau terjun di dunia teknik dan geospasial, ngerti konsep ini bisa jadi game changer. Yuk kita bahas dengan bahasa yang santai biar langsung nyantol!

Intersection

Intersection tuh kayak sahabat eksplorasi lagi jadi “sniper” geospasial. Bayangin sahabat eksplorasi mau ngelokasiin satu titik yang jauh banget, misal menara misterius di kejauhan. Sahabat eksplorasi butuh dua spot yang udah jelas posisinya di peta, sebut aja titik A dan B. Dari A, sahabat eksplorasi bidik azimuth ke menara itu. Terus sahabat eksplorasi geser ke B, bidik lagi ke target yang sama. Nah, dari dua arah “tembakan” sahabat eksplorasi itu, cuma ada satu titik temu di sanilah posisi targetnya berasa! Intinya, sahabat eksplorasi pindah-pindah posisi buat nge-lock satu titik yang sama.

Contoh Perhitungan Intersection

Misal: Sahabat eksplorasi punya dua titik paten di lapangan.

  • Posisi A: (100, 200)

  • Posisi B: (400, 200)
    Sahabat eksplorasi ngeliat satu menara (Titik T) dari kedua titik itu.

  • Dari A, arah ke menara itu 60°.

  • Dari B, arahnya 330°.

Target: Cari koordinat misterius si menara T (Xₜ, Yₜ).

Step-by-step :

Step 1   Visualisasi:

Lihat Y A dan B sama (200), artinya mereka sejajar horizontal. A di kiri, B di kanan.

  • Azimuth 60° dari A? Itu arahnya serong ke kanan atas.

  • Azimuth 330° dari B? Itu mirip -30°, alias serong ke kiri atas.
    Jelas, si menara pasti ada di atas garis A-B. Tinggal cari titik potongnya.

Baca Juga :  Capture Ground Control Points dan Penggunaannya untuk Pemetaan: Panduan Lengkap

Step 2 Bikin persamaan garis:

Ini pake logika “y = mx + c”, guys.

  • Dari A: Kemiringan (m₁) = tan(60°) = 1.732
    Persamaannya: Y – 200 = 1.732 (X – 100)

  • Dari B: Kemiringan (m₂) = tan(330°) = -0.577
    Persamaannya: Y – 200 = -0.577 (X – 400)

Step 3 Temuin titik temu (Xₜ):

Kedua garis ini ketemu di Y yang sama, jadi sahabat eksplorasi samain aja persamaannya.
1.732(X – 100) + 200 = -0.577(X – 400) + 200
Coret 200 di kedua sisi, langsung lebih simpel:
1.732X – 173.2 = -0.577X + 230.8
Kumpulin X di kiri, angka di kanan:
1.732X + 0.577X = 230.8 + 173.2
2.309X = 404
Xₜ = 404 / 2.309 ≈ 175.0 m

Step 4 Cari Yₜ:
Tinggal masukin Xₜ ke salah satu persamaan awal, sahabat eksplorasi pake yang dari A aja.
Y = 1.732 * (175.0 – 100) + 200
Y = 1.732 * 75 + 200
Y ≈ 129.9 + 200 = 329.9 m

Jawaban akhir:
Posisi menara T itu sekitar (175.0, 329.9).

Dari dua “tembakan” azimuth, sahabat eksplorasi dapet titik potongnya Gak perlu ribet nyampein lokasi, cukup hitung pake aljabar dan trigonometri dasar!

Resection

Kalo sahabat eksplorasi nyasar dan nggak tau posisi sahabat eksplorasi di peta, caranya gampang. Cari dua titik yang jelas keliatan dan udah ada di petanya, kayak menara atau bukit. Dari posisi sahabat eksplorasi, ukur arah ke kedua titik itu. Terus, di peta, gambar garis kebalikan dari arah yang sahabat eksplorasi ukur (tambah atau kurang 180°). Titik temu kedua garis mundur itu nunjukin di mana sahabat eksplorasi sekarang berdiri. Intinya, sahabat eksplorasi bisa nemuin lokasi sahabat eksplorasi cuma dengan lihat arah ke dua tempat yang udah dikenal.

Contoh Perhitungan Resection

Misal sahabat eksplorasi lagi nyasar (Posisi P gak diketahui). Untungnya, sahabat eksplorasi liat dua landmark yang udah terkenal:

  • Menara M: di koordinat (500, 600)

  • Bukit B: di koordinat (800, 400)

Baca Juga :  Penyelesaian Sengketa Tanah Tumpang Tindih: Panduan Lengkap dan Terperinci

Dari posisi sahabat eksplorasi yang misterius ini, sahabat eksplorasi ukur:

  • Arah ke Menara M = 20° (agak ke timur laut)

  • Arah ke Bukit B = 290° (agak ke barat laut)

Goal: Cari tau sahabat eksplorasi lagi ada di mana (Xₚ, Yₚ).

Step 1 Balikin Arah:

Sahabat eksplorasi gak bisa gambar garis karena sahabat eksplorasi belum tau posisinya. Jadi sahabat eksplorasi balikin logikanya!

  • Kalau dari P ke M itu 20°, berarti dari M balik ke P = 20° + 180° = 200°

  • Kalau dari P ke B itu 290°, berarti dari B balik ke P = 290° – 180° = 110°

Sekarang sahabat eksplorasi bisa gambar garis dari M dan B.

Step 2  Bikin Persamaan “Jalur Balik”:

  • Dari M (arah 200°): Kemiringan m₁ = tan(200°) = 0.364
    Persamaan: Y – 600 = 0.364 (X – 500)

  • Dari B (arah 110°): Kemiringan m₂ = tan(110°) = -2.747
    Persamaan: Y – 400 = -2.747 (X – 800)

Step 3 Cari Titik Temu (Xₚ):

Kedua garis ini ketemu di titik sahabat eksplorasi (P), jadi Y-nya sama.
0.364(X – 500) + 600 = -2.747(X – 800) + 400

Mari uraikan:
0.364X – 182 + 600 = -2.747X + 2197.6 + 400
0.364X + 418 = -2.747X + 2597.6

Kumpulin X di kiri, angka di kanan:
0.364X + 2.747X = 2597.6 – 418
3.111X = 2179.6
Xₚ = 2179.6 / 3.111 ≈ 700.6 m

Step 4 Cari Yₚ:
Masukin Xₚ ke persamaan dari M (pilih yang simpel aja):
Y = 0.364 * (700.6 – 500) + 600
Y = 0.364 * 200.6 + 600
Y ≈ 73.0 + 600 = 673.0 m

Jawaban:
Sahabat eksplorasi lagi ada di sekitar koordinat (700.6, 673.0).

Meski sahabat eksplorasi nyasar, cukup liat dua titik yang dikenal, ukur arah, terus hitung pake aljabar, langsung ketauan posisi sahabat eksplorasi di peta.

Perbandingan Intersection dan Resection

Berikut ini tabel perbandingannya:

Aspek Perbandingan Intersection Resection
Konsep Inti Sahabat eksplorasi udah tau posisi sahabat eksplorasi, mau cari posisi titik lain yang belum keukur. Sahabat eksplorasi nggak tau posisi sahabat eksplorasi, mau cari tau posisi sahabat eksplorasi sendiri.
Posisi Awal Sahabat eksplorasi berdiri di titik yang udah diketahui (minimal 2 titik). Sahabat eksplorasi berdiri di titik yang lagi dicari (posisi misterius).
Arah Bidik Sahabat eksplorasi bidik dari titik-titik yang udah dikenal ke satu target baru. Sahabat eksplorasi bidik dari posisi sahabat eksplorasi ke minimal dua titik yang udah dikenal di peta.
AnaloginyaSahabat eksplorasi Sahabat eksplorasi di dua menara berbeda, nembak satu objek yang sama buat nentuin lokasinya. Sahabat eksplorasi lagi nyasar, liatin dua landmark yang dikenal buat nemuin di mana sahabat eksplorasi berdiri di peta.
Tujuan Utama Bikin titik kontrol baru atau ngukur objek yang nggak bisa didatengin. Nentuin posisi sahabat eksplorasi sendiri di lapangan (orientasi peta atau navigasi).
Keunggulan Cocok buat ngukur target yang susah dijangkau (seberang sungai, tebing). Lifesaver buat navigasi dan orientasi medan saat eksplorasi atau survey.
Kekurangan Harus ada akses ke minimal dua titik ikat yang udah jelas. Kalau sudut potong dua garisnya terlalu kecil/gede, akurasinya bisa jelek.

Kesimpulan

Intinya: Intersection itu jurus sahabat eksplorasi buat ngedeteksi target dari dua tempat yang udah sahabat eksplorasi kenal. Sedangkan Resection itu skill self-rescue buat cari tau posisi sahabat eksplorasi sendiri cuma modal liat sekitar. Dua-duanya dasarnya dari triangulasi, gak perlu gadget canggih, dan masih on point banget buat proyek lapangan atau sekadar bekal adventure. Paham ini bikin sahabat eksplorasi punya secret weapon buat baca medan pas GPS lagi ngambek atau buat makin expert navigasi manual. So, stay smart and happy exploring, squad

Baca Juga :  Apa Nama Lain RTK? - Mengetahui Lebih dalam tentang Tes Cepat Covid-19