Digitaleksplorasi.com – Pada proyek yang berkaitan dengan penampungan air, limbah, atau cairan tertentu, rembesan ke tanah menjadi hal yang perlu dikendalikan sejak awal.
Cairan yang terus meresap dapat mengurangi volume tampungan, memengaruhi kondisi lingkungan sekitar, atau membawa material tertentu ke dalam tanah. Kebutuhan tersebut pada beberapa proyek konstruksi, memerlukan sistem lapisan kedap untuk membatasi perpindahan cairan.
Geomembran dapat digunakan sebagai bagian dari sistem tersebut. Material ini berbentuk lembaran sintetis dengan permeabilitas sangat rendah dan digunakan sebagai penghalang untuk membatasi aliran cairan dalam suatu sistem konstruksi.
Kapan Proyek Konstruksi Membutuhkan Sistem Lapisan Kedap?
Kebutuhan sistem lapisan kedap biasanya muncul ketika kondisi tanah dan karakter cairan pada proyek konstruksi dapat menimbulkan risiko rembesan. Pemilihannya perlu melihat fungsi area, jenis cairan, serta konsekuensi yang mungkin terjadi jika cairan tidak dapat dikendalikan pada area yang telah ditentukan.
Pada area penampungan air, tanah yang memiliki kemampuan meloloskan air cukup tinggi dapat menyebabkan air lebih mudah meresap ke bawah. Kondisi ini dapat mengurangi volume air yang tersimpan dan membuat fungsi kolam, embung, atau water pond tidak berjalan sesuai desain yang direncanakan.
Pada proyek konstruksi yang bertujuan pengendalian limbah, cairan kimia, ataupun gas. Cairan yang keluar dari area penampungan dapat masuk ke tanah dan berpotensi membawa material pencemar ke lingkungan sekitar.
Sistem lapisan kedap digunakan untuk membatasi perpindahan cairan tersebut dan menjaga area yang ingin dikelola tetap terkendali. Geomembran dapat digunakan sebagai bagian dari sistem lapisan kedap dengan tetap mempertimbangkan kondisi lapisan dasar dan kebutuhan proyek.
Penerapan Sistem Lapisan Kedap dengan Geomembran
Kebutuhan lapisan kedap dapat ditemukan pada proyek dengan fungsi yang berbeda-beda. Ada yang bertujuan menahan air di dalam kolam, membatasi perpindahan cairan limbah, atau mengurangi rembesan air pada saluran dan area penampungan.
Posisi geomembran dapat dipasang mengikuti bentuk area, termasuk bagian dasar, sisi, maupun permukaan tertentu sesuai desain sistem.
Kolam, Tambak, dan Water Pond
Pada kolam, tambak, dan water pond, geomembran umumnya ditempatkan pada dasar dan sisi area tampungan untuk membentuk lapisan kedap di antara air dan tanah.
Posisi tersebut membantu membatasi rembesan melalui dasar kolam sekaligus mengurangi kehilangan air dari bagian sisi. Bentuk penggelaran mengikuti kontur kolam yang sudah dipersiapkan, sehingga lembaran dapat menutup area yang membutuhkan lapisan kedap.
TPA dan Kolam Pengolahan Limbah
Pada TPA dan fasilitas pengolahan limbah, geomembran dapat ditempatkan sebagai bagian dari sistem liner pada dasar dan lereng area yang menampung limbah atau lindi. Lapisan ini berfungsi membatasi rembesan cairan menuju tanah di bawahnya.
Sistem lapisan kedap TPA dan Kolam Pengolahan Limbah dapat dilengkapi lapisan drainase dan komponen lain untuk pengendalian cairan yang berada di atas liner. EPA menjelaskan bahwa geomembran dapat menjadi bagian dari composite liner dan digunakan bersama sistem drainase untuk mengendalikan pergerakan lindi.
Pada area lereng, kondisi geomembran juga perlu diperhitungkan terhadap beban material dan gaya yang bekerja pada sisi lereng. EPA mencatat bahwa kondisi pada bagian dasar dan side slope perlu diperhitungkan dalam desain liner.
Waterway, Embung, dan Area Penampungan Air
Pada waterway, embung, dan area penampungan air, geomembran dapat ditempatkan mengikuti bidang yang menjadi jalur atau area tampungan air, termasuk dasar dan sisi saluran atau tampungan.
Tujuannya membatasi air agar tidak terlalu banyak berpindah ke tanah di bawah atau di sekitar konstruksi. Posisi dan bentuk geomembran perlu mengikuti geometri area yang dilapisi.
Permukaan dasar yang akan menjadi tempat pemasangan juga perlu dipersiapkan agar tidak terdapat batu atau benda tajam yang dapat meningkatkan risiko kerusakan material. Pada pekerjaan liner, kondisi dasar dan sisi area memang menjadi bagian yang perlu dipersiapkan sebelum material dipasang.
Bagaimana Cara Kerja Geomembran dalam Sistem Lapisan Kedap pada Proyek Konstruksi?
Geomembran bekerja sebagai penghalang terhadap perpindahan cairan. Dalam penerapannya, kinerja lapisan kedap tidak hanya bergantung pada material geomembran, tetapi juga pada kondisi permukaan, kualitas sambungan, dan susunan lapisan dalam sistem konstruksi.
Geomembran ditempatkan pada area yang dirancang sebagai lapisan kedap untuk membatasi perpindahan cairan menuju tanah di bawah atau di sekitar area tampungan.
Sebelum material digelar, permukaan dasar perlu dipersiapkan dengan baik agar bebas dari batu, benda tajam, atau material lain yang dapat meningkatkan risiko tusukan dan kerusakan pada geomembran.
Setelah itu, lembaran geomembran kemudian disambungkan untuk menutup seluruh area yang membutuhkan lapisan kedap. Sambungan atau seam menjadi bagian yang perlu diperhatikan karena celah pada area tersebut dapat menjadi jalur keluarnya cairan.
Selain kualitas material, proses pemasangan dan kondisi hasil sambungan turut menentukan kemampuan sistem dalam mempertahankan lapisan kedap.
Pada kondisi tertentu, geomembran juga dapat dipadukan dengan lapisan pendukung. Geotextile non woven, misalnya, dapat ditempatkan untuk membantu melindungi geomembran dari risiko kerusakan mekanis.
Susunan lapisan lainnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan proyek, seperti penggunaan lapisan drainase atau material pendukung lain dalam sistem liner.
Solusi Kebutuhan Geomembran – PT Pandu Equator Prima
PT Pandu Equator Prima menyediakan geomembran untuk kebutuhan berbagai proyek yang memerlukan lapisan kedap. Pandu juga menyediakan layanan instalasi, sehingga kebutuhan material dan pelaksanaan pemasangan material dapat disesuaikan dengan kondisi serta desain konstruksi proyek.
Pengalaman Pandu Equator Prima mencakup penggunaan HDPE geomembran sebagai lapisan kedap air pada kolam tambak udang.
Pandu Equator Prima juga menangani instalasi HDPE geomembran pada proyek pembangunan coal ash yard di Sulawesi, sehingga pengalaman dalam penyediaan hingga instalasi mencakup kebutuhan fasilitas budidaya maupun proyek industri.
Pemilihan geomembran perlu mempertimbankan fungsi lapisan, kondisi permukaan, jenis cairan, risiko kerusakan, serta kebutuhan pemasangan.
Untuk kebutuhan geomembran pada proyek penampungan air, pengelolaan limbah, tambak, area industri, maupun pekerjaan konstruksi lainnya, konsultasikan kebutuhan proyek Anda kepada PT Pandu Equator Prima untuk mendapatkan pilihan material dan spesifikasi yang sesuai.
Jadi, tunggu apa lagi? Hubungi WhatsApp tim PT Pandu Equator Prima di nomor 0811-111-6066.

