Digital Ekplorasi – Pernah gak sahabat eksplorasi bingung bedain tanah pas bangun proyek atau mulai bisnis agrikultur? Atau pas hiking liat tanah item subur beda sama tanah pantai yang kering? Data itu gak bisa asal tebak-tebakan soal tanah. sistem klasifikasi jadul kayak tanah merah udah outdated. Di dunia internasional ada World Reference Base for Soil Resources edisi 2022. WRB punya 32 Reference Soil Groups sebagai genre utama, plus qualifiers buat detail lebih spesifik. Yuk bedah 32 genre tanah versi WRB dengan bahasa yang gak ngebosenin!
Apa Itu World Reference Base?
Prinsip Dasar Klasifikasi WRB
Berikut ini lima prinsip dasar klasifikasi tanah WRB:
Sistem Dua Level yang Simpel
WRB cuma punya dua level klasifikasi. Level pertama: 32 Reference Soil Groups yang diidentifikasi pake kunci dikotomis. Level kedua: sahabat eksplorasi nambahin qualifiers (kata sifat) di depan atau belakang nama RSG .
Pake Diagnostics sebagai Acuan Utama
Semua klasifikasi didasarkan pada tiga hal: diagnostic horizons (lapisan tanah dengan ketebalan minimal), diagnostic properties (sifat hasil proses pembentukan tanah), dan diagnostic materials (bahan yang mempengaruhi proses pembentukan tanah).
Prinsip Naming yang Fleksibel
Cara kasih nama tanah di WRB tuh unik. Principal qualifiers ditaro di depan nama RSG (urutannya dari kanan ke kiri sesuai prioritas). Supplementary qualifiers ditaro di belakang dalam kurung, urut abjad .
Fokus pada Proses Pembentukan Tanah
Setiap RSG itu mewakili proses pembentukan tanah yang spesifik. Misalnya, Podzols punya akumulasi bahan organik dan oksida di lapisan bawah, Vertisols punya tanah liat yang suka ngembang-nyusut .
Universal dan Bisa Diakses Semua Orang
WRB tuh dirancang sebagai common denominator buat ngehubungin berbagai sistem klasifikasi nasional yang ada di seluruh dunia . Tujuannya biar para peneliti tanah dari berbagai negara punya bahasa yang sama pas ngobrolin tanah.
32 Jenis Tanah WRB dan Cara Identifikasinya
Berikut ini tabel 32 jenis tanah WRB dan cara identifikasinya di lapangan:
| Kode | Nama Tanah | Ciri Khas & Cara Identifikasi di Lapangan |
|---|---|---|
| HS | Histosols | Item kayak arang, lembek kayak spons, kalo diremas berasa organik banget. Biasanya jadi lahan gambut. |
| AT | Anthrosols | Ini bekas sawah atau ladang intensif banget. Biasanya subur dan udah diatur sedemikian rupa sama petani selama ratusan tahun. |
| TC | Technosols | Tanahnya isinya sampah modern: pecahan bata, plastik, besi, aspal. Sering dijumpai di lahan pasca tambang atau TPA. |
| CR | Cryosols | Tanah beku abadi (permafrost). Kalo sahabat eksplorasi gali, dalemnya masih ada lapisan es. Hanya ada di kutub atau puncak gunung tinggi. |
| LP | Leptosols | Tanah tipis banget, di bawahnya langsung batuan cadas. Cocok buat latian panjat tebing, bukan buat nanam jagung. |
| SN | Solonetz | Tanah asin plus kadar natrium tinggi. Kalo kering keras kayak beton, kalo basah lengket. Akar tanaman susah tembus. |
| VR | Vertisols | Si platik, suka ngembang pas hujan (bikin retak), nyusut pas kemarau. Biasanya warna hitam atau abu-abu gelap. |
| SC | Solonchaks | Ada bintik putih garam di permukaan. Berasa asin kalo sahabat eksplorasi jilat (serius). Biasa di daerah pantai atau danau kering. |
| GL | Gleysols | Warnanya abu-abu kebiruan atau kehijauan, plus bercak karat merah. Ini tanda tanahnya sering kebanjiran/tergenang. |
| AN | Andosols | Tanah vulkanik, warnanya hitam pekat, gembur banget, ringan kayak abu gosok. Subur jayanya, cocok buat sayur mayur. |
| PZ | Podzols | Ada lapisan abu-abu keputihan di atas, terus di bawahnya ada lapisan coklat keras. Biasa di hutan pinus daerah dingin. |
| PT | Plinthosols | Ada lapisan besi yang kalo kena panas matahari bisa keras kayak bata merah. Sering ditemuin di daerah tropis yang airnya naik turun. |
| PL | Planosols | Lapisan atas berpasir, lapisan bawah lempung padat. Jadi kalo hujan, air menggenang di atas karena gak tembus ke bawah. |
| ST | Stagnosols | Mirip Planosols tapi gak ada perbedaan tekstur drastis. Genangan airnya karena struktur tanah yang padat. |
| NT | Nitisols | Tanah merah tua, teksturnya licin dan mengkilap kayak plastik. Strukturnya gumpal-gumpal kecil. Bagus buat pertanian. |
| FR | Ferralsols | Tanah merah banget atau kuning, isinya cuma besi dan kuarsa doang. Miskin hara, masam. Sering dijumpai di hutan tropis basah. |
| CH | Chernozems | Tanah hitam legam setebal 1 meter, super subur. Jadi rebutan para petani sejagat. Banyak di Ukraina dan Rusia. |
| KS | Kastanozems | Mirip Chernozems tapi lebih coklat karena lebih kering. Ada endapan kapur di lapisan bawah. |
| PH | Phaeozems | Topsoil gelap, gembur, subur. Bedanya sama Chernozems, dia gak punya endapan kapur di bawah. |
| UM | Umbrisols | Topsoil gelap tapi miskin hara (asam). Biasa ditemui di pegunungan basah dan dingin. |
| DU | Durisols | Ada lapisan keras dari silika di dalam tanah. Kalo sahabat eksplorasi pukul, kerasnya kayak keramik. Biasanya di daerah gurun. |
| GY | Gypsisols | Ada kristal gipsum kayak kaca di dalam tanah. Lebih gampang larut dibanding kapur. |
| CL | Calcisols | Ada bola-bola kapur atau lapisan kapur keras. Kalo ditetesi air cuka, dia mendesis bereaksi. |
| RT | Retisols | Polanya unik, kayak lidah-lidah tanah terang nyerok ke dalam lapisan lempung yang gelap. Estetik! |
| AC | Acrisols | Tanah merah/kuning, ada lapisan lempung di bawah, tapi lempungnya jenis low-activity plus miskin hara. |
| LX | Lixisols | Mirip Acrisols tapi lebih subur. Lempungnya low-activity tapi masih banyak nutrisinya. |
| AL | Alisols | Mirip Acrisols tapi lempungnya high-activity, sayangnya miskin hara. Agak gampang ngembang-nyusut. |
| LV | Luvisols | Subsoil lempung high-activity plus subur. Ini tanah yang sehat secara kimiawi. Banyak di Eropa. |
| CM | Cambisols | Tanah yang mulai berubah warna jadi coklat tapi belum keliatan akumulasi berat. Paling umum dijumpai. |
| FL | Fluvisols | Lapisannya berlapis-lapis kayak kue dadar. Ini bekas endapan banjir sungai. Biasanya subur. |
| AR | Arenosols | Pasir semua! Gak ada strukturnya, air langsung tembus ke bawah. Susah nanam apa-apa. |
| RG | Regosols | Tanah yang belum berkembang sama sekali. Biasanya materialnya gak stabil kayak pasir vulkanik atau debu. |
Kesimpulan

