Fungsi Penyelam Saat Pengukuran Metocean atau Oseanografi, Berikut Cara Membuat RAB-nya - PT. Digital Global Eksplorasi

Fungsi Penyelam Saat Pengukuran Metocean atau Oseanografi, Berikut Cara Membuat RAB-nya

Fungsi Penyelam Saat Pengukuran Metocean atau Oseanografi, Berikut Cara Membuat RAB-nya

Digital Eksplorasi – Pernah kepikiran nggak sih gimana struggle-nya pasang alat sensor miliaran rupiah di dasar laut? Jujurl, kalau sahabat eksplorasi cuma liat dari presentasi di ruang meeting, kelihatannya smooth banget. Tapi realitas di lapangan, ombak tiba-tiba bisa setinggi dua meter pas lagi deployment, arus bawah laut narik kenceng banget sampai bikin badan kerasa mau melayang, dan yang paling bikin overthinking adalah visibility alias jarak pandang yang sering nol meter. Gelap gulita karena sedimen lumpur yang keaduk, sampai-sampai para penyelam  harus kerja ngandelin rabaan tangan di suhu air yang bikin menggigil. Nggak heran kalau peran mereka tuh krusial abis buat mastiin data yang didapat valid dan presisi. Nah, tim PT. Digital Global Eksplotrasi udah ngerangkum insight  dari berbagai sumber terpercaya nih. Buat sahabat eksplorasi yang lagi nanganin proyek survei laut dan lagi pusing mikirin budgeting, artikel ini bakal ngebahas tuntas dari A to Z soal fungsi penyelam komersial sampai cara meracik RAB yang make sense. Let’s dive in!

Fungsi Utama Penyelam dalam Pengukuran Metocean

Berikut ini beberapa fungsi utama penyelam dalam pengukuran metocean:

Deployment Sensor

Penyelam bertugas memandu dan menempatkan instrumen berat seperti ADCP di dasar laut menggunakan seabed frame. Mereka harus mastikan alat ini duduk manis, stabil, dan nggak goyang kena arus dasar laut.

Baca Juga :  Spesifikasi Tongkang Minimal Yang di Butuhkan Untuk Mengangkut Batu Bara

Positioning & Leveling

Sensor metocean itu super sensitif sama arah. Penyelam wajib mastikan orientasi kompas pada instrumen menghadap arah yang benar dan posisinya bener-bener tegak lurus . Kalau miring sedikit aja, data kecepatan arus yang ditarik bisa error parah.

Recovery Instrument

Setelah alat direndam berbulan-bulan untuk rekam data, alat ini harus ditarik. Sering banget sistem acoustic release macet. Penyelam harus turun buat masang balon pelampung atau mengaitkan tali crane secara manual agar instrumen bisa ditarik balik ke atas kapal.

Maintenance & Cleaning

Alat yang lama di laut pasti bakal jadi rumah buat teritip , tiram, atau alga. Penyelam bertugas menyelam secara berkala untuk membersihkan transducer face (area sensor pemancar sinyal) supaya sinyal akustiknya nggak ke-blokir oleh tumpukan biota laut.

Troubleshooting & Inspeksi Kerusakan

Kalau tiba-tiba sinyal data mati di tengah proyek, penyelam adalah first responder. Mereka yang ngecek ke bawah apakah kabel datanya putus digigit hiu, nyangkut jangkar kapal nelayan, atau frame-nya terbalik gara-gara badai.

Fungsi Utama Penyelam dalam Pengukuran Oseanografi

Berikut ini beberapa fungsi utama penyelam dalam pengukuran oseanografi:

Pengambilan Sampel Sedimen Dasa

Penyelam ngambil sampel lumpur atau pasir di titik koordinat yang super spesifik pakai alat coring atau grab sampler. Sampel ini nantinya dibawa ke lab buat dicek kandungan mineral, ukuran butir, sampai tingkat polusinya.

Ground Truth Data Batimetri

Habis kapal survei muter-muter nge-scan kedalaman laut pakai echosounder, penyelam turun buat melakukan verifikasi atau ground truth. Tujuannya buat ngecek langsung, bener nggak sih tonjolan di monitor sonar itu terumbu karang? Atau malah bangkai kapal karam?

Instalasi Alat Pasang Surut

Sensor pasang surut biasanya dipasang nempel di pilar dermaga pelabuhan. Penyelamlah yang harus ngebor pilar beton di bawah air dan memasang mounting bracket sensor tersebut biar kokoh dan nggak gampang copot dihantam ombak.

Baca Juga :  A Video Blog Post

Pemetaan Ekosistem Visual

Penyelam menggelar meteran gulung di dasar laut dan membawa kamera khusus buat nge-data persentase tutupan terumbu karang, padang lamun, atau biota laut secara langsung. Literally sensus penduduk, tapi buat ekosistem bawah air.

Pengambilan Sampel Air Spesifik

Kadang peneliti butuh sampel air laut dari kedalaman spesifik tanpa terkontaminasi lapisan air di atasnya. Penyelam bawa botol Niskin atau tabung khusus yang masih tertutup rapat, lalu membukanya secara manual tepat pas mereka sampai di kedalaman target.

Komponen RAB Pengukuran Metocean dan Oseanografi dengan Penyelam

Berikut ini beberapa komponen RAB pengukuran metocean dan oseanografi dengan penyelam:

Kategori Komponen Penjelasan 
Personnel (SDM)
Biaya jasa ( daily rate ) tim penyelam. Sesuai standar, minimal harus ada 3-4 orang: Diver 1 (Penyelam utama), Standby Diver (Penyelam darurat jika terjadi kecelakaan), Dive Supervisor (Mandor di atas kapal), dan Tender (Asisten kabel/tali).
Diving Equipment
Sewa set alat selam komersial. Biasanya pakai SSDE (Surface Supplied Diving Equipment) berupa helm dengan selang udara nyambung ke kapal, kompresor udara bertekanan tinggi, tabung cadangan, dan alat komunikasi bawah air.
Survey Instruments
Sewa atau pengadaan instrumen pengukuran metocean/oseanografi itu sendiri, misalnya alat ukur arus (ADCP), tide gauge, tabung coring sedimen, kamera underwater, dan lifting bag.
Transport & Logistics
Biaya sewa kapal survei  yang punya area dek luas untuk operasional selam. Termasuk juga tiket pesawat tim, akomodasi, makan siang/katering kru, dan mobilisasi/demobilisasi alat ke pelabuhan.
Consumables & Gas
Bahan bakar minyak kapal dan kompresor, gas medis/oksigen cadangan, material habis pakai seperti cable ties, lakban bawah air, baterai alat ukur, hingga kelengkapan P3K.
Perizinan & Asuransi
Survei laut wajib lapor Clearance In/Out, izin survei dari instansi terkait, serta Asuransi Penyelaman Komersial yang preminya sangat tinggi mengingat risikonya yang besar.

Contoh Simulasi Perhitungan RAB-nya

ini contoh simulasi kasarnya untuk proyek instalasi ADCP berdurasi 3 hari kerja di laut berkedalaman 15 meter:

Baca Juga :  Syarat Dan Keahlian Untuk Menjadi Sopir Alat Berat Di Tambang, Ini Penjelasannya

Tim Personnel (3 Hari Kerja):

  • 1x Dive Supervisor: Rp 2.500.000 x 3 hari = Rp 7.500.000
  • 2x Commercial Diver: Rp 1.500.000 x 2 org x 3 hari = Rp 9.000.000
  • 1x Tender/Asisten: Rp 750.000 x 3 hari = Rp 2.250.000
  • Diving & Survey Equipment:
  • Sewa Scuba / SSDE set lengkap (termasuk kompresor): Rp 3.500.000 x 3 hari = Rp 10.500.000
  • Sewa Underwater tools & lifting bag: Rp 1.000.000 x 3 hari = Rp 3.000.000

Transport & Logistics:

  • Sewa Kapal Motor Kayu / Speedboat Survei: Rp 4.000.000 x 3 hari = Rp 12.000.000
  • Mobilisasi & Demobilisasi Alat (Trucking): Rp 3.500.000 (Lump sum)

Consumables & Izin:

  • BBM Kapal & Kompresor + Logistik Makan: Rp 2.500.000 x 3 hari = Rp 7.500.000
  • Izin Syahbandar & Asuransi Tim: Rp 5.000.000 (Lump sum)

Total Estimasi Biaya Langsung: Rp 60.250.000

Catatan: Harga diatas belum termasuk PPN 11%, margin perusahaan, dan biaya sewa instrumen ADCP-nya karena biasanya harga sewa sensor dihitung terpisah per bulan.

Kesimpulan Fungsi Penyelam Saat Pengukuran Metocean atau Oseanografi

Kerjaan survei metocean dan oseanografi itu bukan sekadar nyebur dan main air. Fungsi penyelam di sini sangat krusial, mulai dari masang alat mahal hingga nge-cek sampel yang butuh akurasi tinggi di tengah kondisi alam yang nggak bisa diprediksi. Buat sahabat eksplorasi yang nyusun RAB, mastikan semua komponen dari SDM, logistik, sampai izin dan asuransi terhitung presisi sangatlah penting. Ingat, safety is number one priority, dan di dunia bawah laut, nyawa literally bergantung pada seberapa bagus persiapan alat dan budget sahabat eksplorasi . Nggak boleh ada toleransi pemotongan biaya buat hal-hal yang berbau safety!