Biaya Jalan Hauling Beton dan Jalan Hauling Laterit, ini Perbandingan RAB-nya - PT. Digital Global Eksplorasi

Biaya Jalan Hauling Beton dan Jalan Hauling Laterit, ini Perbandingan RAB-nya

Biaya Jalan Hauling Beton dan Jalan Hauling Laterit, ini Perbandingan RAB-nya

Digital Eksplorasi – Halo Sahabat Eksplorasi! Pernah nggak sih sahabat eksplorasi main ke site tambang atau perkebunan sawit dan ngelihat langsung gimana struggle-nya kondisi jalan hauling di sana? Faktanya di lapangan tuh sering bikin geleng-geleng kepala karena pas musim kemarau yang terik, jalanan tanah itu berdebu sampai jarak pandan) nyaris nol, bikin driver harus ekstra waspada biar nggak insiden. Tapi, plot twist-nya, pas musim hujan datang, jalanan laterit itu berubah jadi kubangan lumpur licin yang bikin truk-truk raksasa bermuatan berat pada amblas, dan ujung-ujungnya operasional jadi pending. Di sisi lain, ada alternatif jalan beton yang vibes-nya emang kokoh, mulus badai, dan safety, tapi pas lihat tagihan pembuatannya, budget perusahaan langsung ketar-ketir. Nah, buat sahabat eksplorasi yang lagi nyari insight soal ini, tim PT. Digital Global Eksplorasi kami udah ngerangkum ulasan dari berbagai sumber terpercaya nih. Kita bakal bahas tuntas soal rincian biay sampai kombinasinya. Yuk, langsung kita spill detailnya!

Mengenal Karakteristik Jalan Hauling Beton dan Laterit

Secara garis besar, jalan hauling beton itu beneran definisi dari infrastruktu yang kaku, kuat, dan tahan banting buat menahan tonase gila-gilaan dari truk heavy duty dalam jangka waktu panjang tanpa perlu takut jalan cepat hancur atau berlubang. Sebaliknya, jalan laterit (tanah merah) punya karakter yang lebih budget-friendly di awal pembangunannya dan mudah dibentuk mengikuti kontur alam, tapi kekurangannya tuh material ini gampang terkikis erosi, berdebu ekstrem saat panas, dan menjadi sangat licin saat hujan, sehingga butuh effort maintenance yang terus-menerus biar operasional kendaraan nggak terhambat.

Baca Juga :  Jasa SLF Magetan, Ini Vendornya Beserta Rincian Pekerjaanya

Komponen RAB Jalan Hauling Beton yang Wajib Dihitung

Berikut ini beberapa komponen RAB jalan hauling beton yang wajib dihitung:

Pekerjaan Tanah dan Subgrade

Mencakup biaya land clearing (pembersihan lahan), galian, dan pemadatan tanah dasar menggunakan alat berat agar pondasi di bawahnya tidak gampang amblas saat dicor.

Lapis Pondasi Bawah

Pembelian material seperti agregat batu pecah atau sirtu yang dihampar dan dipadatkan sebagai lapisan transisi pembagi beban sebelum beton dituangkan.

Pekerjaan Pengecoran Utama

Ini adalah komponen paling nguras kantong, meliputi pembelian beton ready mix dengan mutu tinggi minimal K-350 atau K-400 beserta besi tulangan baja atau wiremesh untuk mencegah retak struktur.

Pekerjaan Bekisting dan Curing

Anggaran untuk pengadaan cetakan beton (kayu atau pelat baja) agar hasil cor presisi, ditambah material curing compound atau plastik cor untuk merawat suhu beton agar mengering dengan sempurna.

Mobilisasi Alat Berat dan Tenaga Kerja

Ongkos transportasi alat berat ke lokasi (mob-demob) seperti truk mixer, vibratory roller, ekskavator, serta upah harian untuk tukang cor dan engineer pengawas proyek.

Komponen RAB Jalan Hauling Laterit yang Perlu Diperhitungkan 

Berikut ini beberapa komponen RAB jalan hauling laterit yang perlu diperhitungkan:

Pengupasan Lapisan Tanah Atas

Biaya operasional dozer untuk membersihkan lapisan tanah berhumus yang banyak organiknya, karena tanah ini lembek dan nggak bisa dijadikan pondasi jalan.

Pengadaan dan Pengangkutan Material Laterit

Rincian biaya untuk menambang atau membeli tanah laterit kualitas bagus yang banyak kandungan batuan besinya dari borrow pit, lalu mengangkutnya pakai dump truck ke lokasi.

Penghamparan dan Pemadatan Berlapis

Anggaran sewa motor grader untuk meratakan material dan compactor untuk memadatkannya lapis demi lapis sambil disiram air oleh water truck agar kepadatannya maksimal.

Baca Juga :  Biaya Sondir Tanah di Area Perkotaan dan Area Terpencil, Berikut ini Perbedaan RAB-nya

Pembuatan Sistem Drainase

Harus ada budget khusus untuk menggali drainase (parit V atau U) di sisi kanan-kiri jalan agar air hujan tidak menggenang dan menghancurkan laterit.

Biaya Perawatan Rutin

Biaya tak terduga yang wajib dicadangkan untuk operasional harian water truck (menyiram jalan agar tidak berdebu) dan perataan ulang (re-grading) setiap kali jalan mulai bergelombang.

RAB Jalan Hauling Beton

Berikut ini contoh estimasi RAB untuk jalan hauling beton per 1 kilometer dengan asumsi lebar jalan 8 meter dan tebal cor 25 cm:

No Uraian Pekerjaan Volume  Harga Satuan Total Estimasi Keterangan
1 Persiapan & Pemadatan Tanah 8.000 m2 25.000 200.000.000 Pembersihan dan perataan subgrade
2 Lapis Pondasi Agregat

(Tebal 15cm)

1.200 m3 400.000 480.000.000 Material makadam / base course
3 Pekerjaan Beton (Mutu K-350) 2.000 m3 1.350.000 2.700.000.000 Termasuk ongkos ready mix
4 Besi Tulangan / Wiremesh 8.000 m2 85.000 680.000.000 Penguat struktur agar tidak retak
5 Bekisting, Curing, & Finishing Lumpsum 150.000.000 150.000.000 Kayu cetakan dan perawatan beton
Total Estimasi Biaya Jalan Beton per 1 Km 4.210.000.000 (Capex tinggi, tapi maintenance sangat rendah)

RAB Jalan Hauling Beton 

Berikut ini contoh estimasi RAB untuk pembuatan jalan hauling laterit dengan dimensi yang sama , yaitu panjang 1 km, lebar 8 meter, tebal hamparan padat 30 cm:

No Uraian Pekerjaan Volume Harga Satuan  Total Estimasi Keterangan
1 Pengupasan Top Soil & Subgrade 8.000 m2 20.000 160.000.000 Dozer & perataan awal
2 Material Tanah Laterit Pilihan 2.400 m3 85.000 204.000.000 Material dari borrow pit terdekat
3 Hampar & Pemadatan (Grader+Compactor) 8.000 m2 35.000 280.000.000 Dipadatkan berlapis sambil disiram air
4 Pembuatan Drainase Kiri Kanan 2.000 m’ 50.000 100.000.000 Penggalian parit untuk cegah genangan
5 Sewa Alat Berat Tambahan (Lumpsum) Lumpsum 75.000.000 75.000.000 Mob-demob dan operasional awal
Total Estimasi Biaya Jalan Laterit per 1 Km 819.000.000 (Capex rendah, tapi butuh budget maintenance tinggi harian)

Note: harga diatas estimasi kasar dan bisa berubah sesuai lokasi site sahabat eksplorasi

Kapan Kedua Bahan Tersebut Dapat di Kombinasikan

Berikut ini beberapa kondisi bahan beton dan laterit dapat dikombinasikan:

Area Tanjakan dan Turunan Ekstrem

Spot yang miring dan butuh grip kuat rawan bikin ban selip saat hujan. Area ini wajib dibeton, sedangkan sisa jalur yang relatif datar cukup menggunakan laterit.

Persimpangan dan Loading/Dumping Point

Titik sibuk tempat truk sering mengerem, berbelok tajam, atau mengantre ini bikin tanah laterit gampang hancur. Spot ini bisa dibeton, sementara jalan lurus penghubungnya tetap laterit.

Zona Rawan Banjir atau Genangan Air

Bagian rute yang posisinya berada di cekungan atau area rawa disulap menggunakan beton rigid agar tidak tergerus abrasi, dan area perbukitan yang kering cukup pakai laterit.

Jalur yang Melewati Pemukiman Warga atau Mess

Untuk meminimalisir polusi udara berupa debu pekat yang bisa memicu komplain, area yang melintasi pemukiman dibeton, dan rute hutan/kosong pakai laterit.

Menyesuaikan Siklus AnggaranPerusahaan

Kalau budget capex sedang tight, bangun jalan laterit secara keseluruhan terlebih dahulu untuk mengejar target produksi, lalu pelan-pelan di-upgrade menjadi beton pada segmen-segmen krusial seiring dengan cuan operasional yang mulai masuk.

Kesimpulan Biaya Jalan Hauling Beton dan Jalan Hauling Laterit

Milih antara jalan hauling beton dan jalan hauling laterit itu ibarat nimbang investasi jangka pendek vs jangka panjang. Berdasarkan rangkuman tim PT. Digital Global Eksplorasi dari kondisi di lapangan, jalan beton emang butuh budget yang massive di awal, tapi ngasih jaminan operasional yang lancar, tahan lama, dan biaya maintenance yang sangat minim. Sebaliknya, jalan laterit nawarin efisiensi biaya awal yang ramah di kantong, tapi siap-siap aja sama drama operasional pas cuaca ekstrem dan tingginya biaya perbaikan rutin harian.

 

Baca Juga :  Jasa Urus Sertifikat Laik Fungsi Jembrana, Pengurusan Oleh Digital Global Eksplorasi